Minggu, 13 November 2016

Penelusuran ATJEHPOSTco, Ahmad Musadeq adalah mantan pimpinan aliran Al-qiyadah Al Islamiyah yang populer pada 2006 lalu karena mengaku diri sebagai rasul. Dia mengaku mendapatkan wahyu saat sedang bersemedi dan melaporkan hal ini kepada teman-temannya. Dia juga mengaku bertemu dengan malaikat Jibril dandiangkat menjadi rasul untuk membawa risalah yang baru, kasus ini mirip dengan kasus Lia Aminudin alias Lia Eden.Adapun Milah Abraham merupakansebuah komunitas ajaran yang dianggap sesat lewat Fatwa MUI karena mencampuradukkan ajaran Islam, Nasrani dan Yahudi. Aliran itu disebut-sebut metamorfosa darialiran Al-Qiyadah yang didirikan Ahmad Musadeq.Aliran ini sebenarnya bukan barang baru di Aceh. Sekitar awal tahun 2011, pernah muncul aliran serupa bernama Mukmin Mubaligh.Pengikut Mukmin Mubaligh percaya bahwa nabi terakhir adalahAhmad Musadeq. Nama ‘nabi’ tersebut sebenarnya bukanlah nama yang baru untuk media massa di republik ini. Ahmad Musadeq adalah mantan pimpinan aliran Al-qiyadah Al Islamiyah yang sempat tenar di akhir tahun 2006 lalu karena mengaku diri sebagai rasul. Pengakuan kerasulan AhmadMusadeq sendiri sempat menjadi yang liputan menarik seluruh mediamassa saat itu.Ahmad Musadeq mengaku mendapatkan wahyu saat sedang bersemedi dan melaporkan hal ini kepada teman-temannya. Dirinya juga mengaku bertemu dengan malaikat Jibril dan diangkat menjadi rasul untuk membawa risalah yang baru, setelah Islam.Pada saat itu, Ahmad Musadeq mengklaim diri, telah memiliki pengikut yang berjumlah ribuan di hampir sejumlah provinsi di nusantara, termasuk Aceh. Hal ini kemudian dibuktikan dengan menampilkan keberadaan sejumlahpengikutnya dan pengucapan’syahadat’ massa terhadap kerasulan Ahmad Musadeq secara live di media elektroknik.Keberanian Ahmad Musadeq ini sempat menuai pendapat pro dan kontra di penjuru nusantara saat itu. Sebagian masyarakat, menganggap aksi Ahmad Musadeqtersebut adalah kegiatan penistaan agama islam. Namun segolongan lainnya malah menganggap hal itu adalah bagian dari kebebasan beragama yang dilegalkan di negara ini.Sayangnya, kelompok yang menentang keberadaan aliran Al-qiyadah Al Islamiyah dengan Nabi Ahmad Musadeq jauh lebih besar dan lebih berpengaruh dari yang pihak mendukung. Desakan-desakan pelarangan tersebut, diduga menyebabkan para petinggi Al-qiyadah Al Islamiyah untuk mengubah metode penyebaran aliran mereka, dari terang-terangan menjadi secara sembunyi-sembunyi.Hal ini pula yang diduga menyebabkan Ahmad Musadeq akhirnya menemui Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada pertengahan 2007 lalu dan menyatakan diri untuk bertobat dan kembali pada aliran Islam. Tobatnya, Ahmad Musadeq itu disusul dengan taubatmassa para pengikut Al-qiyadah Al Islamiyah.Ahmad Musadeq yang dulunya adalah seorang guru biasa di Jakarta Barat tetap diproses secara hukum serta diseret ke pengadilan karena dinilai telah melakukan penistaan terhadap agama islam. Ahmad divonis 5 tahun penjara karena pengakuan kerasulannya.Tahun 2011, para pengikut Ahmad Musadeq telah mencapai ratusan oleh di tiga kampus besar di Aceh, seperti Unsyiah, Politeknik Aceh dan IAIN Ar-Raniry.Riset ATJEHPOSTco, jika benar bahwa  Mukmin Mubaligh atau Millah Abraham atau Al-qiyadah Al Islamiyah merupakan satu aliran yang sering berubah nama, maka ada sejumlah perbedaan yang mendasar antara pemahaman aliran ini dengan pemahaman umatIslam pada umumnya. Baik dalam pemahaman Alquran hingga salat.Menurut pengakuan salah seorang pengikut aliran Mukmin Mubaligh yang sempat diwawancarai oleh ATJEHPOSTco tahun 2011, katanya, dalam kepercayaan aliran Mukmin Mubaligh terdapat sejumlah kelebihan dibandingkan dengan Islam.Hal ini, menurut mereka, dikarenakan aliran tersebut datang setelah Islam untuk menyempurnakannya. Kondisi ini dianggap sama dengan kondisi awal-awal kedatangan agama Islam di Mekkah yang datang untukmenyempurnakan aliran Nabi Isa, sebelumnya.Hal yang paling mendasar antara Islam dengan Mukmin Mubaligh, kata mahasiswa FKIP Unsyiah tahun 2011 ini, adalah pemahaman tentang kata-kata Khatamul Quran. Dimana, Khatamul Quran dianggap oleh orang Islam adalah kesempurnaan agama Islam serta tidak ada lagi nabi yang diutus setelahnya.Sementara dalam pemahaman Mukmin Mubaligh, kata dia, tidaklah demikian. Khatamul quran ditunjukan untuk penyebaran Islam pada saat itu (semasa rasul-red), tetapi tidak kondisi Islam saat ini. Pasalnya,  kata sumber ATJEHPOSTco saat itu, Allah berjanji akan menurunkan nabi ataurasul untuk tiap umat pada masa yang berbeda-beda.Demikian juga dengan pemahamankata-kata ’din’ dalam Alquran. Menurut mereka, kata-kata ’din’ bukanlah dipahami dengan istilah agama seperti muslim kebanyakan,tetapi kata-kata ’din’ tersebut bisa diartikan sebagai aliran atau pahamketuhanan.Pengikut Mukmin Mubaligh, diakui mereka (pengikut Mukmin Mubaligh-red) tidak percaya dengan hadist. Pasalnya, menurut logika mereka, hal ini dikarenakan masa pembukuan hadist sendiri sangat jauh berserang dengan masa atau tahun meninggalnya nabi Muhammad SAW. Sejumlah hadist yang ada saat ini, menurut pengakuan para pengikut Mukmin Mubaligh telah banyak ditambah-tambah oleh para ulama islam sehingga tidak asli lagi.”Kalau ada Alquran kenapa harus mempercayai hadist yang telah banyak dirubah,” kata pengikut Mukmin Mubaligh itu tahun 2011.Perbedaan lainnya, lanjut mereka, adalah tata cara sembahyang yang dianjurkan dalam pemahaman Mukmin Mubaligh. Para Pengikut Mukmin Mubaligh, katanya, cuma diwajibkan untuk melaksanakan sholat sebagai kewajiban dalam sehari semalam sekali.Salat ala para pengikut Mukmin Mubaligh juga tidak memakai raka’at sebagaimana muslim biasanya. Mereka cukup hanya mematikan lampu dan menyalakan lilin serta merenungi dosa yang telah diperbuat oleh mereka selama ini.Dalam pemahaman Mukmin Mubaligh, menurut informasi yang diterima oleh penulis, ketulusan hati adalah inti dari ajaran mereka. Pengikut Mukmin Mubaligh juga dilarang memakan setiap makanan yang diberikan oleh umat muslim, meskipun dari orang tua mereka, dengan alasan haram.Pemahaman itu, dinilai hampir sama hanya dengan perilaku mayoritas masyrakat muslim di dunia yang dilarang menerima makanan berupa daging dari non muslim karena kekhawatiran halal tidaknya.Semua ajaran tersebut, menurut pengakuan pengikut Mukmin Mubaligh, hanyalah bersifat sementara hingga ajaran mereka mampu menguasai negara ini.”Ini masih dalam tahapan awal. Kondisi ini dianggap sama dengan kondisi awal-awal kedatangan agama islam di Mekkah yang datang untuk menyempurnakan aliran Nabi Isa, sebelumnya,”tandassumber tadi.

0 komentar:

Posting Komentar