Senin, 14 November 2016

Merdeka.com -Sejak semalam, beredar pesan berantai dari lamanFacebookFrontPembela Islam (FPI) menyatakan dukungan terhadap pasanganAgus YudhoyonodanSylviana Murnidi Pilgub DKI 2017. Informasi ini menjadi polemik ditengah isu Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sempat dituding sebagai dalang aksi demonstrasi 4 November.

Dalam pesan itu, laman yang disebut milik FPI tersebut mengatakan Agus-Sylvi sosokpemimpin yang berakhlak, beradab, santundan dekat dengan rakyat. Namun rupanya, kabar dukungan tersebut dibantah tegas FPI.Wakil Ketua Umum FPI Jafar Shodiq mengatakan, FPI tidak ada urusan dengan dukung mendukung di Pilgub DKI. Dia menyebut, broadcast yang beredar itu merupakan fitnah belaka."Saya waketum FPI, tidak ada mendukung-mendukung, tidak ada dukung mendukungdengan Pilkada DKI," kata Jafar saat dihubungi merdeka.com, Jumat (11/11).Penelusuran merdeka.com, laman milik FPI memang sama sekali tak memuat seperti apa yang dituliskan dalam tautan yang beredar di pesan berantai Whatsapp tersebut. Postingan terakhir FPI mengenai situs-situs yang ditutup sepihak oleh pemerintah.

Jafar menegaskan, kabar FPI mendukung calon tertentu di Pilgub DKI adalah fitnah. Menurut dia, fitnah ini ditujukan ke FPI sebagai respons aksi 4 November 2016 lalu yang ingin kasus penistaan agama Basuki T Purnama (Ahok) diusut tuntas.Jafar menyerahkan sepenuhnya dukungan kepada hati para kader FPI. Menurut dia, FPI hanya ingin pemimpin DKI yang berasal dari muslim."Enggak ada FPI mendukung siapa di Pilkada DKI, yang pasti mendukung untuk pemimpin muslim."Sekali lagi, dia membantah tegas adanya kabar FPI mendukung Agus-Sylvi. Sebagai pimpinan Ormas, dia mengatakan tidak ada keputusan tersebut."Kalau FPI dukung Agus itu ada surat edaran resmi, pernyataan sikap, inikan enggak," tutup dia.Hal senada juga diungkapkan oleh Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Tanpa panjang lebar, Rizieq menyatakan kabar dukungan terhadap Agus-Sylvi itu tidak benar."Hoax," tulis Rizieq lewat pesan singkatnya.

Merdeka.com -Seorang pria ditemukan di sebuah ruang bawah tanah dalam keadaan sangat mengenaskan dan kekurangan gizi. Diduga pria 36 tahun ini telah disekap oleh ibu tiri dan ayahnya selama 20 tahun.

Penyekapan ini terbongkar saat petugas polisi melakukan sidak untuk mencari geng pengedar narkoba. Namun, polisi terkejut ketika menemukan seorang pria diikat di ranjang kecil dalam sebuah ruangan gelap tanpa jendela dan penuh dengan kotoran manusia di Sao Paulo, Brazil.Dilansir dari lama Daily Mail, Rabu (26/10),seorang saksi mengatakan, "Saat ditemukan, pria itu berkuku sangat panjang dengan jenggot yang tumbuh lebat sampai ke lutut."Kepala polisi Celso Marchiori yang tengah menyelidiki kasus ini mengungkapkan bahwa saat ditemukan, pria itu tidak bisa mengenalinya sebagai polisi.

"Dia bangkit dan merasa sangat terganggu. Dia juga tidak bicara sepatah katapun. Saat kami membawanya keluar, dia masih saja diam. Kami tidak tahu apakah dia ketakutan atau dibius," kata Marchiori yang saat itu langsung membawa priamalangitu ke rumah sakit.Marchiori menambahkan, "Sulit dipercaya dia berada di tempat itu selama 20 tahun. Ini adalah tempat yang sangat tidak sehat,dia tidak akan selamat. Tidak ada cahaya sama sekali."Sementara itu, beberapa tetangga di distrik Guarulhos mengklaim bahwa pria bernama Armando de Andrade itu memang telah menghilang sejak usia 16 tahun."Saya masih ingat bagaimana dulunya Armando. Dia adalah remaja normal yang menyukai papan seluncur dan gitar. Tapi sejak usianya menginjak 16 tahun, kami tidak pernah lagi bertemu dengannya," kata salah satu tetangga.Kepada tetangga, kedua orang tua Armando selalu mengatakan bahwa pria itu telah pindah dari Sao Paulo.Ederson Silva, teman masa kecil Armandomengatakan, "Setiap kali kami bertanya tentang dia, mereka selalu bilang hal yang sama. (Dia) tidak ada. Dia tinggal di timur laut. Dia baik-baik saja. Dia bekerja dan membangun keluarganya di sana. Itu semua yang mereka katakan kepada kami."Salah satu tetangga, Aparecido Rocha Brasil juga ikut angkat bicara."Saya yakin ayah dan ibunya memutuskan untuk mengunci Armando setelah dia mulai coba-coba minum alkohol.""Padahal setiap remaja selalu ingin tahu tentang hal ini (alkohol). Tetapi keputusan keluarnya untuk mengurung dia di ruang bawah tanah untuk menjauhkannya dari hal itu adalah salah," kata dia.Ayah Armando, Amancio de Andrade membantah tuduhan tetangganya. Dia menegaskan bahwa anaknya meninggalkan rumah saat usia 18 dan baru kembali minggu lalu."Dia seorang pria dewasa. Dia tidak pernah menjalin hubungan. Kemudian minggu lalu saat membuka pintu dan dia ada di sana. Saya memberinya makanan dan membiarkan dia tinggal di ruang bawah tanah. Dia meminta saya untuk mengunci pintu sehingga dia tidak bisa keluar," sangkal ayahnya.Sampai sekarang polisi masih mendalami kasus ini. Sementara itu, ibu tiri Armando yang melarikan diri sedang diburu polisi untuk dimintai keterangan.(mdk/pan)

Merdeka.com -Kampanye Calon Wakil Gubernur DKIJakarta,DjarotSaiful Hidayat di Jalan F6, Karang Anyar, JakartaPusat kembali ditolak warga. Bukan kali inisaja, sebelumnya pasangan Basuki TjahajaPurnama (Ahok) ini sempat ditolak saat hendak menyambangi acara peresmian posko Jawa Tengah di Kalideres, Jakarta Barat.

Menanggapi penolakan tersebut, Calon Gubernur DKI JakartaAgus HarimurtiYudhoyono mengatakan, sejatinya masyarakat sudah dewasa dalam menghadapi Pilkada. Dia yakin, penolakan oleh warga pasti ada alasannya."Saya kembalikan ke masyarakatnya. Tapi sebetulnya menurut saya penolakan itu pasti ada alasannya, masyarakat punya alasan," ujar Agus di Kelurahan Ancol, Jakarta Utara, Senin (14/11).Agus menambahkan, reaksi masyarakat ditentukan seberapa benar niat para pasangan calon itu sendiri."Menurut saya, sejauh kedatangan denganhati yang tulus untuk mendengarkan mereka Insya Allah kita diterima dengan baik," kata dia.Sebelumnya, calon Gubernur DKI JakartaAnies Baswedanturut menanggapi penolakan kampanye pasangan calon nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. Anies berharap masyarakat yang tidak mendukung Ahok-Djarot tetap menyambut baik kedatangan mereka."Makanya, dari awal saya selalu mengatakan, ketika ada calon datang, meski tidak setuju, sambut, temui, dan katakan," ungkap Anies di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (11/11).Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, kehadiran Ahok-Djarot sebetulnya merupakan kesempatan baik bagi masyarakat yang tidak mendukung untuk berdialog. Anies tak ingin terjadi kekacauan saat masa kampanye berlangsung."Kami semua inginnya damai," kata Anies.(mdk/rnd)

Merdeka.com -Bareskrim Polri akan melakukan gelar perkara secara terbuka kasus dugaan penistaan agama yang menyeret Gubernur DKIJakartanon aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Selasa (15/11) besok. Gelar perkara terbuka bakaldilakukan di Gedung Rupatama Mabes Polri pukul 09.00 Wib.
"Besok akan dilakukan gelar perkara terbuka dengan kasus dugaan penistaan agama dengan terlapor Bapak Basuki Tjahaja Purnama. Pelaksanaannya pukul 09.00 Wib Gedung Rupatama Mabes Polri,"kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Gedung Humas Polri, Jakarta, Senin (14/11).Boy mengatakan dalam gelar perkara itu, Bareskrim akan menghadirkan 20 saksi ahli. Selain itu, dari pihak Internal Polri semisal Propam, Irwasum, Biro Wasidik dan penyidik bakal hadir dalam gelar perkara tersebut."Kalau dari ekternal, Kompolnas, Ombudsman kemudian ada undangan untuk Komisi III DPR RI untuk menjadi pengawas. Jadi tidak ikut dinamika gelar perkaranya, lebih pengawas dalam melihatkegiatan," ujarnya.Diklaim mantan Kapolda Banten itu, formasi gelar perkara kasus penistaan agama itu berbeda dari sebelumnya. Di mana dari unsur pengawasan ekternal diperkuat untuk mengawasi jalannya gelar perkara kasus tersebut."Gambarannya seperti ini, pertama pembukaan oleh pimpinan gelar. Pimpinangelar ini adalah Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono," jelas dia.Kemudian, lanjut Boy, dalam ruangan gelarperkara itu penyidik yang menangani kasus penistaan agama itu nantinya akan memaparkan hasil penyelidikan di hadapan 20 saksi ahli dan pihak eksternal termasuk pengawas dalam hal ini Komisi III DPR."Jadi tim akan memaparkan hal-hal yang diketahui berdasarkan laporan masyarakatkemudian masyarakat yang menyampaikan laporan juga diberi kesempatan memberi penjelasan," ucap Boy."Saksi ahli bergiliran, bergantian memberi penjelasan sesuai perspektif keilmuan masing-masing. Di mana di antara saksi ahli itu antara lain di bidang hukum pidana, agama, bahasa. Apa yang dijelaskan akan dicatatkan oleh tim penyidik," pungkas Boy.

Merdeka.com -Banyaknya potensi bencana yang terjadi di wilayah Cilacap membuat daerah tersebut menempati posisi pertama kerawanan bencana Jawa Tengah. Meski begitu, secara umum, Cilacap berada di posisi 17 rawan bencana di tingkat nasional

"Kalau untuk tingkat nasional, turun dari posisi tiga menjadi 17 karena kecepatan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Cilacap dalam menanggulangi bencana. Sedangkan untuk Jawa Tengah masih berada di peringkat pertama," kata Kepala BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy, Sabtu (22/10).Ia mengemukakan, masih rawannya bencana di Cilacap pada tingkat Jawa Tengah karena memang semua jenis bencana ada di daerah tersebut. Kerawanan bencana yang dihadapi Cilacap, jelas Komara, meliputi bencana tsunami, banjir, tanah longsor, angin puting beliung, gempa bumi, kebakaran dan kegagalan teknologi."Yang tidak ada hanya kerawanan erupsi gunung berapi," jelasnya.Saat ini, lanjut Komara, BPBD Cilacap jugatelah mendapatkan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa beberapa kendaraan operasional dan logistik."Bantuan BNPB kepada BPBD Cilacap berupa kendaraan forklif, dua unit mobil grand max untuk UPT BPBD Majenang danSidareja. Selain itu, bantuan kepada korban rumah roboh dan rusak kepada 16 orang serta bantuan bronjong kepada satudesa. Tak hanya itu, sebelumnya kami jugamenerima bantuan tiga perahu karet dari BNPB," jelasnya.Lebih lanjut, ia berharap penanggulangan bencana mulai tahap pra-bencana, tanggap bencana dan pascabencana menjadi tanggung Jawa bersama antara pemerintah, masyarakat serta dunia usahasesuai amanat UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana.

Merdeka.com -Gempa berkekuatan 6,1 SRmenggoyang bagian tenggara Kota Bitung,Sulawesi Utara.

Informasi dari situs BMKG, Kamis (22/10), gempa berkekuatan 6,1 SR tersebut terjadipukul 15.17 WIB. Pusat gempa berada di kedalaman 10 Km.Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Lokasi gempa berada di 1.32 Lintang Utara dan 125.79 Bujur Timur.Belum ada laporan korban dan kerusakan akibat gempa ini.

Merdeka.com -Puluhan rumah rusak akibat angin puting beliung yang melanda belasan desa di tiga Kecamatan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, sore tadi. Bahkan anggota Komisi X DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang sedang melakukan kegiatan sempat terjebak.

Selain itu satu manula mengalami luka berat di bagian kepala serta bahu akibat tertimpa atap rumahnya yang roboh.Dalam keterangannya Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Trenggalek, Agung Widodo mengatakan, data kerusakan maupun korban luka saat ini masih dalam tahap rekapitulasi."Laporan yang masuk, ada tiga wilayah yang terdampak angin puting beliung, di antaranya di Kecamatan Tugu, Karangan, serta Kampak," kata Agung Widodo saat dikonfirmasi sejumlah wartawan melalui telepon seluler, Senin (7/11).Akibat dari puting beliung ini beberapa titiklokasi bencana ditemukan banyak pohon tumbang di jalan maupun menimpa rumahwarga."Untuk jumlah pastinya kami masih belum bisa memastikan, karena saat ini masih dilakukan pendataan oleh TRC (tim reaksi cepat)," ujarnya.Saat ini pihaknya bersama TRC BPBD Trenggalek terus berusaha mengevakuasi sejumlah pohon yang menutup badan jalan. Sedangkan untuk rumah yang tertimpa pohon rencananya baru akan dilakukan pembersihan Selasa (8/11)."Khusus untuk jalur Trenggalek-Ponorogo, untuk arus lalu lintas sudah lancar, pohon-pohon juga mulai disingkirkan," ujarnya.Sementara itu peristiwa bencana angin puting beliung terpantau sempat melanda di Desa Sukorejo, Kecamatan Tugu. Saat kejadian anggota Komisi X DPR Edhie Baskoro Yudhoyono sedang melakukan kunjungan kerja.Akibatnya, kegiatan pertemuan Ibas dengan warga terpaksa dialihkan ke dalam ruangan dari semula berada di tempat terbuka dengan penutup tenda. Ibas usai kegiatan sempat melihat dampak puting beliung dan menyapa sejumlah warga.Kunjungan kerja Ibas ke Desa Sukorejo, Kecamatan Tugu, yang mengawali kegiatan reses di Kabupaten Trenggalek itu mulanya berlangsung ramai dan lancar.Begitu tiba sekitar pukul 14.30 WIB, cuaca masih cerah berawan. Ibas yang didampingi sejumlah staf ahli dan koordinator Dapil VII langsung turun dari mobil dan disambut tarian Reog Ponorogoserta ucapan selamat datang dari puluhan siswa TK bersama guru dan ratusan wargahingga proses peninjauan infrastruktur PKBL di Desa Sukorejo.Usai simbolisasi pemasangan paving blok,Ibas melanjutkan seremoni melihat produk UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) pembuatan jamu tradisional yang diakhiri dialog dengan warga. Namunhanya selang beberapa menit dialog berlangsung, tiba-tiba cuaca yang semula cerah berawan berubah menjadi hujan disertai angin kencang.Air hujan yang tertiup angin kencang masuk area pertemuan sehingga Ibas segera dievakuasi ke dalam rumah. Sementara beberapa warga mencoba membenahi posisi rangkaian tiang tenda pertemuan yang mulai rawan roboh. Ibas kemudian bergeser ke hotel usai dialog dengan warga.Hingga sejam pascakejadian, warga terpantau masih bergerombol di pinggir jalan, beberapa berkerumpun di lokasi rumah-rumah warga yang rusak tertimpa pohon tumbang akibat terjangan puting beliung.Satu korban luka-luka diidentifikasi bernama Maikun (91) yang tertimpa atap rumahnya yang hancur akibat kerobohan pohon kelapa. Saat kejadian, Maikun yang sudah lanjut usia tidak bisa melarikan diri mengikuti anaknya Fatkhur dan istri yang lebih dulu beranjak keluar rumah begitu hujan angin melanda wilayah tersebut.Camat Tugu, Rudi mengatakan, di wilayahnya terdapat lima desa yang terdampak angin puting beliung, yakni Desa Nglongsor, Winong, Gondang, Prambon dan Desa Sukorejo.Selain hujan disertai angin puting beliung, Camat Rudi mengkonfirmasi di Desa Prambon dilaporkan sempat terjadi hujan es sebesar kelereng tersebar di sejumlah titik kawasan, namun tidak mengakibatkankerusakan.(mdk/dan)