Minggu, 13 November 2016

VIVA.co.id – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar,mengingatkan bahwa Indonesia menganut sistem demokrasi yang santun dan saling menghargai antar sesama. Dengan sistem itu, dia berharapnegeri ini dapat mencapai tujuannya."Demokrasi yang kita usung bersama Pak Presiden Joko Widodo demokrasi yang nyaman, santun dan berakhlakul karimah. Bukan demokrasi yang saling menghujat," kata Muhaimin dalam acara Silaturahmi Nasional Ulama Rakyat Doa untuk Keselamatan Bangsa di Ecovention Ancol, Jakarta Utara, Sabtu, 12 November 2016. Muhaimin pun membandingkan demokrasi di Indonesiadengan Amerika Serikat. Ia menyinggungsoal terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden negeri adikuasa tersebut. Politikus yang akrab disapa Cak Imin itu menuturkan bahwa Trump memberikan contoh yang kurang baik dalam berdemokrasi. Tercatat, calon dari PartaiRepublik itu sering melontarkan kata-kata kontroversial saat kampanye seperti melarang umat Muslim masuk keAS. "Sekarang ada contoh dunia enggak baik. Presiden Amerika Donald Trump, modalnya muring-muring jadi Presiden," tuturnya. Karena itu, Cak Imin yakin demokrasi di Indonesia akan berjalan dengan baik. Alasannya, dia mengklaim, Jokowi sudah mencontohkan cara berdemokrasi yang santun, dan penuh kesabaran. "PKB dan NU akan terus mengawal demokrasi yang santun, ahlakul karimah, demokrasi tidak menghujat, demokrasi yang tidak menistakan satu dengan yang lainnya," katanya.

0 komentar:

Posting Komentar